apotekergorontalo

PENGURUS DAERAH

IKATAN APOTEKER INDONESIA

PROVINSI GORONTALO

Headline News : Ketua PD IAI Gorontalo segera siapkan Tim SIAP untuk membantu Anggota dalam Proses Verifikasi SKP. Djayadi Azis Menghimbau agar Anggota dalam menyelesaikan Iuran Anggota yang masih tertunda, untuk mempelancar proses Verifikasi

Inovasi Farmakoinformatika dari Jurusan Farmasi UNG: Kalkulator Berbasis Web untuk Tingkatkan Praktik dan Pendidikan Farmasi

Gorontalo – 23 November 2025 Departemen Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan sebuah kalkulator farmasi berbasis web yang dirancang khusus untuk membantu mahasiswa dan tenaga kefarmasian melakukan perhitungan dosis dan parameter farmakologis secara lebih akurat, cepat, dan terstandar. Inovasi farmakoinformatika ini ditujukan untuk menjembatani kesenjangan antara teori farmakologi di bangku kuliah dan praktik di lapangan, sekaligus menurunkan risiko kesalahan pengobatan dalam pelayanan klinis

Kalkulator farmasi ini diakses melalui platform web dan dikembangkan dengan pendekatan Design-Based Research (DBR), yang menggabungkan penggalian kebutuhan pengguna, pengembangan sistem dengan alat low-code, dan uji kegunaan pada pengguna nyata. Aplikasi dibangun menggunakan CMS WordPress dengan plugin Elementor untuk memastikan antarmuka yang mudah digunakan, responsif di berbagai perangkat, dan tidak memerlukan kemampuan coding tingkat lanjut dari tim pengembang. Di sisi backend, logika perhitungan farmakologis ditanamkan melalui blok kode khusus yang memproses input pengguna secara real-time.

Secara fungsional, kalkulator ini memuat beberapa modul perhitungan yang umum digunakan dalam praktik farmasi dan pembelajaran, seperti perhitungan dosis obat, estimasi luas permukaan tubuh (body surface area/BSA), penyesuaian dosis pediatrik, hingga perhitungan laju infus intravena. Seluruh rumus dan referensi klinis yang digunakan disusun berdasarkan sumber ilmiah yang sudah tervalidasi, termasuk jurnal terindeks internasional dan buku ajar farmasi standar seperti Applied Therapeutics, Clinical Pharmacokinetics, dan Basic & Clinical Pharmacology. Hasil perhitungan kemudian diuji silang dengan contoh kasus dalam buku teks dan simulasi kasus klinis yang direview oleh apoteker praktisi, untuk memastikan ketepatan angka dan kesesuaian dengan praktik klinis.

Pengembangan kalkulator ini juga melibatkan prinsip user-centered design. Tim peneliti melakukan wawancara informal dan pengumpulan masukan terstruktur dari apoteker dan mahasiswa farmasi tingkat akhir di Gorontalo. Masukan tersebut digunakan untuk menyempurnakan prioritas fitur, kejelasan label, tata letak antarmuka, serta kenyamanan penggunaan di gawai mobile maupun komputer. Selain aspek teknis, pengembang juga memastikan aplikasi dihosting secara aman pada server dengan protokol HTTPS dan kompatibel dengan berbagai peramban, sehingga dapat digunakan luas tanpa hambatan teknis berarti.

Untuk menilai sejauh mana aplikasi ini benar-benar membantu pengguna, dilakukan studi kegunaan menggunakan System Usability Scale (SUS) melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Sebanyak 200 responden yang terdiri dari mahasiswa farmasi dan praktisi apoteker menilai tampilan, kemudahan navigasi, kemudahan input data, serta manfaat kalkulator dalam konteks akademik maupun praktik profesional. Hasilnya menunjukkan tingkat penerimaan dan kepuasan yang tinggi, dengan mayoritas responden menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa kalkulator ini mudah digunakan, membantu memahami konsep farmakologi, dan mempermudah perhitungan dosis yang kompleks dalam tugas kuliah maupun pelayanan di lapangan.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kalkulator farmasi berbasis web ini berhasil mengurangi beban kognitif pengguna ketika menghadapi perhitungan yang rumit dan berulang, misalnya pada penyesuaian dosis berdasarkan berat badan, luas permukaan tubuh, atau fungsi ginjal. Di ranah pendidikan, alat ini berfungsi sebagai media bantu ajar yang membuat konsep farmakokinetik dan farmakodinamik lebih konkret karena mahasiswa dapat segera melihat hasil perubahan perhitungan ketika parameter klinis dimodifikasi. Di ranah praktik, apoteker dapat memanfaatkan kalkulator ini sebagai decision support tool tambahan untuk mengurangi risiko kesalahan manual dalam perhitungan dosis, terutama pada pasien anak dan kasus klinis yang kompleks.

Dari sisi pengembangan ke depan, tim peneliti menilai kalkulator ini memiliki potensi untuk terus disempurnakan dan diskalakan. Beberapa fitur lanjutan yang tengah dipertimbangkan antara lain integrasi pemeriksaan interaksi obat, pemodelan farmakokinetik yang lebih kompleks, dukungan multibahasa agar bisa digunakan lebih luas, serta kemungkinan integrasi dengan sistem rekam medis elektronik atau perangkat lunak manajemen farmasi. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya relevan untuk lingkungan akademik, tetapi juga berpeluang menjadi bagian dari ekosistem digital pelayanan kesehatan yang lebih luas.

Sumber Artikel Penelitian :

https://ejournal.airlangga.org/index.php/ghj/article/view/25

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top