
Orang-orang banyak mengetahui gulma merupakan tanaman yang dianggap merugikan jika tumbuh, karena gulma akan bersaing dengan tanaman yang dibudidayakan dalam memperebutkan ruang tumbuh, unsur hara, air dan udara. Namun, tanpa diketahui banyak tumbuhan liar atau gulma yang memiliki fungsi positif yaitu berfungsi sebagai obat. Salah satu tumbuhan gulma yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.).

Rumput knop ini adalah tumbuhan liar yang sering tumbuh di tempat terbuka dan lembah. Biasanya ditemukan di lahan pertanian yang terdegradasi, sepanjang jalan dan pembukaan di hutan hujan dataran rendah. Rumput Knop dikenal di daerah Gorontalo dikenal dengan nama Dungo Herani.

Rumput Knop telah dimanfaatkan oleh beberapa suku di Indonesia untuk mengatasi berbagai macam penyakit, seperti obat pada luka terbuka, demam maupun diabetes. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat juga bervariasi mulai dari daun, pucuk, batang muda dan bunga. Biasanya diolah dengan cara direbus lalu diminum air rebusannya. Selain itu bisa dengan ditumbuk lalu ditempelkan di dahi untuk menurunkan demam dan di bagian tubuh yang terasa nyeri

Rumput Knop diketahui mengandung banyak senyawa-senyawa antioksidan seperti flavonoid. Hal ini diperkuat oleh penelitian seorang mahasiswi dari program studi S1 Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo yang bernama Ni Luh Widiastuti di bawah asuhan ibu Dr. Hamsidar Hasan, S.Si., Apt. dan bapak A. Mu’thi Andy Suryadi, M.Farm., Apt.
penelitian ini berhasil membuktikan tingginya kadar flavonoid dalam ekstrak metanol daun rumput knop yang dianalisis menggunakan instrumen spektrofotometri uv-vis pada jenis ekstraksi maserasi berbeda dengan hasil 2,9750% b/v dalam 100 gram daun rumput knop dan 4,8822% b/v dalam 100 gram daun rumput knop. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022 sampai Januari 2023.
“Dari hasil penelitian yang saya dapatkan ini, saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk menambah informasi mengenai pemanfaatan daun Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) sebagai obat dan tentang cara pengolahannya. Selain itu, saya berharap bisa bermanfaat bagi pengembangan obat herbal selanjutnya”, ujar Ni Luh Widiastuti selaku peneliti.
Rilis : Ni Luh Widiastuti
Editor : apt. Deden
Baca juga :

Inovasi Farmakoinformatika dari Jurusan Farmasi UNG: Kalkulator Berbasis Web untuk Tingkatkan Praktik dan Pendidikan Farmasi
Gorontalo – 23 November 2025 Departemen Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan sebuah kalkulator farmasi berbasis web yang dirancang khusus untuk

Farmakoinformatika Dongkrak Akses Informasi Obat Generik: Pelajaran dari Fitur “Cari Obatmu” IAI Gorontalo
Gorontalo, 8 November 2025 — Sebuah artikel di Sciences of Pharmacy melaporkan bahwa fitur “Cari Obatmu” pada laman Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Gorontalo membantu

Rahasia Dibalik Tablet dan Serbuk: Teknologi Sediaan Padat untuk Mahasiswa Farmasi
Buku Rahasia Dibalik Tablet dan Serbuk: Teknologi Sediaan Padat hadir sebagai referensi penting bagi mahasiswa farmasi yang ingin memahami konsep dasar hingga aplikasi praktis dalam

Program Kemendiktisaintek LPPM UNG : Inovasi Kue Brudel Fungsional Diperkenalkan untuk Dukung Kesehatan Usia 40–50 Tahun
Gorontalo, 09 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok usia 40–50 tahun, diperkenalkan inovasi pangan fungsional berupa kue Brudel berbahan

PENTINGNYA MEMBEDAKAN PRODUK LARVASIDA DARI SINTETIK DAN BAHAN ALAM
Tapadaa, Botumoito – Senin, 28 Juli 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengendalian vektor penyakit secara aman dan berkelanjutan, kami melaksanakan kegiatan edukasi

N.A.R.K.O.B.A Untuk Kesehatan Gen Z? Benarkah?
Ketika mendengar kata “NARKOBA”, kebanyakan dari kita pasti langsung memikirkan zat-zat berbahaya yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Narkoba sering kali dikaitkan dengan

Izin bertanya min, saya sebagai masyarakat awam ingin bertanya terkait senyawa flavonoid ini digunakan untuk penyakit apa aja ?
Hai. Rionaldi yahya.
Perkenalkan saya apoteker deden
Flavonoid merupakan metabolit sekunder dari tanaman yang banyak digunakan sebagai obat, karena berperan sebagai antibakteri, antinyeri dan banyak lagi
Flavonoid bisa mengobati demam karena infeksi, penyakit alergi, virus, dan peradangan tertentu