
Kota Gorontalo – Sedikitnya 94 warga di wilayah barat Kota Gorontalo mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik gratis, sementara 28 anak mengikuti sunatan massal dan 20 anak dengan status stunting menerima penyuluhan gizi dalam kegiatan bakti kesehatan yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Gorontalo bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Gorontalo di wilayah perbatasan Kota Gorontalo, khususnya Kecamatan Kota Barat, pada Kamis, 22 November 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan dokter spesialis yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat di daerah pinggiran dan perbatasan kota, sehingga layanan kesehatan yang merata dan bermutu dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh akses langsung ke berbagai dokter spesialis. Kehadiran para dokter spesialis tersebut disambut antusias oleh warga yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan rujukan.

Organisasi profesi melalui IDI Cabang Kota Gorontalo terus memainkan peran strategis dalam memastikan masyarakat di wilayah yang relatif jauh dari fasilitas rujukan tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Dukungan operasional dan keterlibatan para dokter spesialis diharapkan dapat memperluas akses pelayanan sekaligus menjaga kesinambungan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Ketua IDI Cabang Kota Gorontalo, dr. Jufri Febriyanto Poetra, Sp.KFR., MH, hadir langsung bersama para anggota untuk mengawal pelaksanaan kegiatan dan memastikan standar mutu pelayanan tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa pelayanan dokter spesialis ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang optimal. Ia juga menyampaikan komitmen IDI untuk terus mendukung sinergi pelaksanaan program kesehatan melalui kolaborasi dengan organisasi profesi lainnya, termasuk Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Kota Gorontalo. Lebih jauh, dr. Jufri menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti IDI ke-75, sebagai wujud nyata pengabdian profesi kedokteran kepada masyarakat.
Ketua PC IAI Kota Gorontalo, apt. Andi Isna Arifandi, S.Si, menegaskan bahwa transformasi dan peningkatan mutu layanan kesehatan di daerah harus ditopang oleh dua komponen utama, yakni ketersediaan pelayanan dokter spesialis dan ketersediaan obat serta alat kesehatan yang memadai dan terstandar. Menurutnya, kombinasi kedua aspek tersebut akan menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan sesuai standar, sehingga masyarakat tidak lagi khawatir terhadap keterbatasan akses layanan kesehatan yang seharusnya mereka peroleh. Dalam kesempatan yang sama, IAI Cabang Kota Gorontalo juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar, khususnya antibiotik, dengan menekankan pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak, hanya berdasarkan resep dokter, serta menghabiskan obat sesuai aturan pakai untuk mencegah timbulnya resistensi antibiotik.
Selain pelayanan poliklinik spesialistik, kegiatan ini turut menghadirkan sunatan massal yang diikuti 28 anak, dengan dukungan tenaga medis yang memastikan prosedur dilakukan secara aman dan sesuai standar. Di sisi lain, 20 anak dengan stunting memperoleh penyuluhan mengenai gizi, pola makan, dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Penyuluhan tersebut juga melibatkan orang tua atau pendamping, dengan penekanan pada pentingnya asupan gizi seimbang, pemanfaatan layanan kesehatan secara rutin, serta pemantauan berat dan tinggi badan anak di fasilitas kesehatan terdekat.

IDI Cabang Kota Gorontalo dan IAI Cabang Kota Gorontalo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas. Kolaborasi lintas profesi diharapkan dapat terus diperkuat dan direplikasi di wilayah lain, sehingga kesenjangan akses layanan kesehatan spesialistik dapat dikurangi dan kualitas derajat kesehatan masyarakat terus meningkat.
