
Zulfikar Rivai - Mahasiswa Jurusan Farmasi UNG
FARMASI UNG – Biasanya masyarakat memanfaatkan lada hitam pada keperluan memasak saja ternyata kandungan dalam lada hitam memiliki manfaat lainnya untuk kesehatan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa lada hitam memiliki kandungan piperin yang memiliki banyak aktivitas farmakologi, diantaranya adalah antiinflamasi dan analgesik, antikonvulsan dan antiulser, antidepresan, sitoprotektif, peningkatan kognitif, antioksidan, antimikroba, dan lain-lain

Senyawa Piperin
Senyawa piperin yang ada pada lada hitam dikenal sebagai antiinflamasi dan analgesik dalam penyembuhan luka. Senyawa piperin yang dihasilkan akan di analisis menjadi sediaan topikal berupa nanoemulgel sebagai penyembuhan luka bakar pada kelinci jantan.

Sediaan Nanoemulsi dengan zat Aktif Piperin hasil penelitian Zulfikar Rivai
Nanoemulgel merupakan suatu sediaan emulsi dengan ukuran droplet 1-100 nm yang disuspensikan dalam suatu hidrogel. Komponen minyak, surfaktan dan kosurfaktan dapat meningkatkan penetrasi zat aktif sehingga akan meningkatkan efektifitas terapi. Untuk penghantaran obat topikal, bioavailabilitas obat yang buruk merupakan penyebab utama tingginya biaya terapi dan menurunkan potensinya. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut digunakan formulasi nano-emulgel. Teknologi ini membantu penetrasi obat melalui jalur interseluler.
Piperin terbukti memiliki potensi penyembuhan untuk luka bakar pada kelinci. Hal ini diperkuat oleh seorang mahasiswa dari program studi S1 Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo yang bernama Mohamad Djulfikar Rivai di bawah bimbingan Bapak Robert Tungadi, M.Si., Apt. dan Ibu Dr. Widy Susanti Abdulkadir,M.Si.,Apt.
Penelitian ini berhasil membuktikan hasil uji efektivitas penyembuhan luka bakar pada kelinci jantan selama 16 hari dengan diameter luas luka bakar 1,5×1,5 cm pada hari pertama sampai pada hari ke 16 di nyatakan sembuh dengan diameter luas luka bakar 0 cm. Pada kelompok F3 dengan konsentrasi zat aktif sebesar 0,5% memberikan efek yang signifikan terhadap penyembuhan luka bakar. Hasil yang diperoleh, dapat dibandingkan efektivitas penyembuhan luka yang tercepat terjadi pada kelompok F3 (konsentrasi 0,5%), urutan kedua kelompok kontrol positif (Burnazin), urutan ketiga kelompok F2 (konsentrasi 0,25%), urutan keempat kelompok F1 (konsentrasi 0,125%), dan urutan terakhir kelompok kontrol negatif (basis nanoemulgel).
“Dari sediaan yang saya hasilkan ini saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menambah informasi mengenai manfaat dari piperin serta efektivitasnya terhadap penyembuhan luka bakar. Selain itu, saya berharap adanya penelitian lanjutan mengenai senyawa piperin yang memiliki banyak manfaat untuk aktivitas farmakologi“, ujar Mohamad Djulfikar selaku peneliti.
Rilis : apt. Deden
Editor : apt. Djayadi
Baca juga :

Inovasi Farmakoinformatika dari Jurusan Farmasi UNG: Kalkulator Berbasis Web untuk Tingkatkan Praktik dan Pendidikan Farmasi
Gorontalo – 23 November 2025 Departemen Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan sebuah kalkulator farmasi berbasis web yang dirancang khusus untuk

Farmakoinformatika Dongkrak Akses Informasi Obat Generik: Pelajaran dari Fitur “Cari Obatmu” IAI Gorontalo
Gorontalo, 8 November 2025 — Sebuah artikel di Sciences of Pharmacy melaporkan bahwa fitur “Cari Obatmu” pada laman Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Gorontalo membantu

Rahasia Dibalik Tablet dan Serbuk: Teknologi Sediaan Padat untuk Mahasiswa Farmasi
Buku Rahasia Dibalik Tablet dan Serbuk: Teknologi Sediaan Padat hadir sebagai referensi penting bagi mahasiswa farmasi yang ingin memahami konsep dasar hingga aplikasi praktis dalam

Program Kemendiktisaintek LPPM UNG : Inovasi Kue Brudel Fungsional Diperkenalkan untuk Dukung Kesehatan Usia 40–50 Tahun
Gorontalo, 09 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok usia 40–50 tahun, diperkenalkan inovasi pangan fungsional berupa kue Brudel berbahan

PENTINGNYA MEMBEDAKAN PRODUK LARVASIDA DARI SINTETIK DAN BAHAN ALAM
Tapadaa, Botumoito – Senin, 28 Juli 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengendalian vektor penyakit secara aman dan berkelanjutan, kami melaksanakan kegiatan edukasi

N.A.R.K.O.B.A Untuk Kesehatan Gen Z? Benarkah?
Ketika mendengar kata “NARKOBA”, kebanyakan dari kita pasti langsung memikirkan zat-zat berbahaya yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Narkoba sering kali dikaitkan dengan
