apotekergorontalo

PENGURUS DAERAH

IKATAN APOTEKER INDONESIA

PROVINSI GORONTALO

Headline News : Ketua PD IAI Gorontalo segera siapkan Tim SIAP untuk membantu Anggota dalam Proses Verifikasi SKP. Djayadi Azis Menghimbau agar Anggota dalam menyelesaikan Iuran Anggota yang masih tertunda, untuk mempelancar proses Verifikasi

Ada apa dengan Daun Alpukat?

Alpukat atau avokad adalah buah yang berasal dari tanaman bernama latin Persea americana. Pohon alpukat diklasifikasikan sebagai bagian dari famili Lauraceae atau tanaman yang memiliki bunga.

Tak hanya buah nya bahkan daun alpukat sudah banyak dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan tradisional. Dalam beberapa hasil penelitian ekstrak daun alpukat dapat bersifat sebagai diuretik dan mengandung flavonoid tinggi yang dapat bersifat sebagai antioksidan.

Antioksidan telah terbukti bermanfaat dalam pencegahan sel kanker karena dapat menangkal radikal bebas yang merupakan penyebab tumbuhnya sel kanker. mengingat pengobatan kanker sangatlah mahal dan memiliki banyak efek samping maka perlu dikembangkan obat anti kanker berbahan dasar tanaman. Akan tetapi sebelum dikembangkan menjadi obat anti kanker perlu dilakukan skrining awal terlebih dahulu yaitu uji sitotoksiknya menggunakan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT).

Daun Alpukat terbukti mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Hal ini diperkuat oleh seorang mahasiswa dari program studi S1 Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo yang bernama Nadina Rahma Melo Otolomo di bawah bimbingan ibu Dr. Hamsidar Hasan, S.Si., Apt. dan ibu Faramita Hiola, S.Farm., M.Sc.

Penelitian ini berhasil membuktikan hasil identifikasi senyawa kimia pada 3 fraksi daun alpukat (Persea americana), dimana pada fraksi n-heksan mengandung alkaloid dan steroid, fraksi etil asetat mengandung alkaloid dan flavonoid, dan fraksi metanol mengandung flavonoid, tanin, terpenoid dan saponin.

Hasil uji BSLT fraksi daun alpukat (Persea americana) bersifat toksik karena nilai LC50 < 1000 µg/mL. Probit didapatkan nilai LC50 fraksi n-heksan sebesar 427.0709  µg/mL, fraksi etil asetat sebesar 180.759 µg/mL, dan fraksi metanol sebesar 152.1248 µg/mL.

dengan LC50 sebesar 152.1248 µg/mL yang diperoleh saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menambah informasi mengenai manfaat serta kandungan daun Alpukat dan uji sitotoksik menggunakan larva udang. Selain itu, saya berharap adanya penelitian lanjutan mengenai aktivitas antikanker karena dilihat dari hasil yang diperoleh daun Alpukat berpotensi sebagai antikanker“, ujar Nadina Rahma selaku peneliti.

Rilis : Nadina Rahma

Editor : apt. Moh. Aprianto Paneo

Baca juga :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top