
Nanas adalah salah satu macam buah yang lebih disukai oleh banyak orang, karena nanas memiliki aroma yang harum dan rasanya manis. Nanas juga mengandung banyak zat yang sangat berguna bagi tubuh, salah satunya vitamin C.
Vitamin C berfungsi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh, sebagai antioksidan sangat efektif untuk mengatasi virus-virus yang menyerang tubuh, dan juga berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh.
Biasanya masyarakat lebih memilih minuman buah kemasan dibandingkan dengan mengkonsumsi vitamin C pada buah alami, hal ini dikarenakan minuman buah kemasan yang mudah ditemukan dimanapun dan penggunaannya relatif lebih praktis.
Akan tetapi kandungan vitamin C dalam label kemasan minuman buah tersebut tidak sesuai dengan apa yang tertera pada kemasan. Vitamin C yang dihasilkan oleh buah nanas dan minuman buah kemasan dianalisis kadar vitamin C dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis.
Metode Spektrofotometri UV-Vis merupakan salah satu uji kuantitatif yang sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah yang menggunakan alat spektrofotomteri UV-Vis, karena metode ini cukup akurat dalam menganalisis sampel dalam jumlah kecil yang dalam penggunaannya.

Buah nanas dan minuman nanas kemasan terbukti mengandung vitamin C. Hal ini diperkuat oleh seorang mahasiswa dari program studi S1 Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo yang bernama Eka Mentari Arini Isima di bawah bimbingan ibu Dr. Hamsidar Hasan, S.Si., Apt. dan bapak A. Mu’thi Andy Suryadi, M.Farm., Apt.
Pada penelitian ini dilakukan analisis kadar vitamin C pada buah nanas dan minuman nanas kemasan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS yang terdiri dari empat sampel yang diberi label sampel A, sampel B, sampel C, serta 1 buah nanas.

Hasil analisis kuantitatif pada sampel minuman nanas kemasan dan buah nanas menggunakan tiga kali replikasi untuk setiap sampel. Tujuan dilakukannya replikasi sebanyak tiga kali yakni untuk mengoptimumkan terjadinya kesalahan dalam analisa sampel dan pengukuran aktivitas peredaman radikal bebas.
Penentuan kadar vitamin C pada sampel yang didapatkan yaitu buah nanas sebanyak 0,167%, sampel A sebanyak 0,266%, sampel B sebanyak 0,184%, dan sampel C sebanyak 0,396%. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka diperoleh bahwa sampel C memiliki kadar vitamin C yang paling tinggi dibandingkan sampel lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti jangka waktu penyimpanan, paparan sinar matahari dan bentuk kemasan yang digunakan, serta penambahan air dan gula pada saaat diproduksi minuman tersebut.
“Dari hasil penelitian yang saya dapatkan ini, saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk menambah informasi mengenai kadar kandungan vitamin C pada minuman nanas kemasan yang mengandung vitamin C apakah sudah sesuai dengan kadar yang tertera pada kemasan. Selain itu, saya berharap adanya pemberian edukasi kepada masyarakat tentang kandungan vitamin C pada minuman nanas kemasan yang mengandung vitamin C yang di jual di beberapa supermarket.” Ujar Eka Mentari Arini Isima selaku peneliti
Rilis : Eka Isima
Editor : apt. Moh. Aprianto Paneo
Baca juga :

Inovasi Farmakoinformatika dari Jurusan Farmasi UNG: Kalkulator Berbasis Web untuk Tingkatkan Praktik dan Pendidikan Farmasi
Gorontalo – 23 November 2025 Departemen Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan sebuah kalkulator farmasi berbasis web yang dirancang khusus untuk

Farmakoinformatika Dongkrak Akses Informasi Obat Generik: Pelajaran dari Fitur “Cari Obatmu” IAI Gorontalo
Gorontalo, 8 November 2025 — Sebuah artikel di Sciences of Pharmacy melaporkan bahwa fitur “Cari Obatmu” pada laman Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Gorontalo membantu

Rahasia Dibalik Tablet dan Serbuk: Teknologi Sediaan Padat untuk Mahasiswa Farmasi
Buku Rahasia Dibalik Tablet dan Serbuk: Teknologi Sediaan Padat hadir sebagai referensi penting bagi mahasiswa farmasi yang ingin memahami konsep dasar hingga aplikasi praktis dalam

Program Kemendiktisaintek LPPM UNG : Inovasi Kue Brudel Fungsional Diperkenalkan untuk Dukung Kesehatan Usia 40–50 Tahun
Gorontalo, 09 Agustus 2025 – Sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok usia 40–50 tahun, diperkenalkan inovasi pangan fungsional berupa kue Brudel berbahan

PENTINGNYA MEMBEDAKAN PRODUK LARVASIDA DARI SINTETIK DAN BAHAN ALAM
Tapadaa, Botumoito – Senin, 28 Juli 2025 Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengendalian vektor penyakit secara aman dan berkelanjutan, kami melaksanakan kegiatan edukasi

N.A.R.K.O.B.A Untuk Kesehatan Gen Z? Benarkah?
Ketika mendengar kata “NARKOBA”, kebanyakan dari kita pasti langsung memikirkan zat-zat berbahaya yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Narkoba sering kali dikaitkan dengan
