FARMASI UNG – Matoa adalah jenis buah-buahan sefamili dengan rambutan dan leci, memiliki perpaduan rasa rambutan dan durian yang manis dengan bau harum yang khas dan kaya akan antioksidan. Tanaman Matoa banyak tumbuh di daerah papua dan sulawesi.
Biasanya masyarakat memanfaatkan Matoa pada buahnya saja sedangkan bagian lain seperti daun masih sedikit pemanfaatannya. Dalam beberapa hasil penelitian ekstrak daun Matoa mengandung senyawa metabolit yang memiliki efek diuretik dan antihipertensi serta antioksidan yang cukup tinggi.
Kandungan antioksidan yang ada pada Matoa dikenal sebagai penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker pada tubuh. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh tanaman dianalisis kemampuan sitotoksiknya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).
Metode Brine Shrimp Lethality Test merupakan salah satu uji toksisitas yang paling sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah yang menggunakan larva udang laut Artemia salina L. Metode BSLT memiliki keuntungan mudah dikerjakan, murah, cepat dan cukup akurat. Larva udang yang sensitif akan mati apabila senyawa tanaman tersebut bersifat toksik.
Daun Matoa terbukti mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, tanin dan saponin. Hal ini diperkuat oleh seorang mahasiswa dari program studi S1 Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo yang bernama Muhammad Ihsan Ashri Tulutugon di bawah bimbingan ibu Dr. Hamsidar Hasan, S.Si., Apt. dan bapak A. Mu’thi Andy Suryadi, M.Farm., Apt.
Penelitian ini berhasil membuktikan hasil identifikasi senyawa kimia fraksi daun Matoa (Pometia pinnata) diperoleh frkasi n-heksan mengandung alkaloid, fraksi kloroform mengandung alkaloid, flavonoid dan steroid, fraksi etil asetat mengandung flavonoid dan steroid dan fraksi metanol mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid.
Hasil uji BSLT fraksi daun Matoa (Pometia pinnata) bersifat toksik karena nilai LC50 < 1000 µg/mL. Probit didapatkan nilai LC50 fraksi n-heksan sebesar 394,8207 µg/mL, fraksi kloroform sebesar 438,9348 µg/mL, fraksi etil asetat sebesar 180,6342 µg/mL, dan fraksi metanol sebesar 303,2494 µg/mL.
“Dari 303,2494 µg/mL hasil yang saya dapatkan ini saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menambah informasi mengenai manfaat dan kandungan daun Matoa serta uji sitotoksik menggunakan larva udang. Selain itu, saya berharap adanya penelitian lanjutan mengenai senyawa antioksidan yang memiliki aktivitas antikanker“, ujar Muhammad Ihsan selaku peneliti.
Rilis : Muhammad Ihsan Tutugon
Editor : apt. Deden
Baca juga :
N.A.R.K.O.B.A Untuk Kesehatan Gen Z? Benarkah?
Ketika mendengar kata “NARKOBA”, kebanyakan dari kita pasti langsung memikirkan zat-zat berbahaya yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Narkoba sering kali dikaitkan dengan
MINUM VITAMIN C BUAT BADAN LEMES? INI YANG HARUS KAMU KETAHUI!
Vitamin adalah senyawa organik yang dapat ditemukan di dalam makanan ataupun buah-buahan. Kata “Vitamin” diambil dari bahasa Latin vita yang berarti “hidup” dan amina (amine)
Benarkah Kosmetik yang Mengandung Merkuri Berbahaya Bagi Kulit Wajahmu? Yuk! Cek Penjelasannya
Kosmetik kini sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya kaum hawa. Kosmetik tidak hanya dapat mempercantik wajah, tetapi juga menutrisi, merawat, dan melindungi kulit dari
Cintai Lingkungan Dengan Cara Sederhana
Lingkungan merupakan tempat manusia menghabiskan setiap waktunyadengan berbagai kegiatan dan kesibukan yang begitu berarti. Tatkala lingkunganadalah tempat yang begitu indah karena menampilkan variasi yang asri
Defisiensi Nutrisi Pada Generasi Z Akibat Kecanduan Gadget
Dalam era digital saat ini, Generasi Z yaitu anak-anak yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an mengalami perubahan besar dalam gaya hidup mereka,terutama dengan
Pentingnya Perawatan Diri Untuk Kesehatan Remaja
Di masa sekarang sering di ditemukan beberapa remaja yang malas untuk menjaga kebersihan dirinya, yang tanpa mereka sadari itu dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Perawatan diri